Grand Dafam Braga Terapkan ESG Lingkungan

Bisnishotel.id, BANDUNG — Industri perhotelan mulai memperkuat pengelolaan sampah sebagai bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan. Grand Dafam Braga Bandung mendorong kebiasaan memilah sampah melalui program The Art of Goodness yang diusung Artotel Group.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya hotel membangun kesadaran lingkungan di tengah aktivitas operasional yang menghasilkan beragam jenis sampah. Pengelolaan dilakukan dengan memilah sampah sejak dari sumbernya agar material dapat memperoleh penanganan sesuai karakteristiknya.

Melalui The Art of Goodness, Grand Dafam Braga Bandung mengedukasi karyawan dan tamu mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan non-daur ulang. Langkah ini mencakup pemisahan sisa makanan, material plastik, kertas, logam, kaca, hingga sampah yang sulit diproses melalui sistem daur ulang.

Sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas hotel antara lain sisa makanan, kulit buah, sisa sayuran, ampas kopi, tisu kertas tertentu, dan sampah tanaman. Adapun sampah anorganik mencakup botol PET, kardus, kertas, kaleng aluminium, aluminium foil, botol kaca, dan toples.

Sementara itu, tisu bekas, sedotan, dan sejumlah kemasan berbahan laminasi masuk dalam kategori sampah non-daur ulang. Pemisahan tersebut menjadi tahap awal untuk membantu hotel mengelola volume dan jenis sampah secara lebih teratur.

Bagi bisnis perhotelan, pengelolaan sampah berkaitan langsung dengan aktivitas operasional. Sampah muncul dari berbagai area, mulai dari kamar, restoran, dapur, ruang pertemuan, hingga area publik hotel.

Karena itu, pemilahan dari sumber dapat membantu memisahkan material yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan atau didaur ulang. Langkah tersebut sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih sistematis di lingkungan hotel.

Program The Art of Goodness juga diarahkan untuk membangun budaya kepedulian lingkungan di lingkungan kerja. Grand Dafam Braga Bandung melibatkan karyawan dan tamu agar pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tugas petugas kebersihan.

Hotel berharap kebiasaan tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Edukasi pemilahan sampah juga diharapkan tidak berhenti di lingkungan hotel, tetapi dapat terbawa ke rumah dan lingkungan masyarakat.

Inisiatif tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan aspek lingkungan dalam prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Bagi industri hospitality, penerapan ESG tidak hanya berkaitan dengan kebijakan berskala besar, tetapi juga dapat dimulai dari pengelolaan operasional sehari-hari.

Grand Dafam Braga Bandung menilai perubahan kebiasaan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Memisahkan sisa makanan, botol plastik, kertas, dan sampah yang tidak dapat didaur ulang menjadi bagian dari upaya membangun perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Melalui The Art of Goodness, hotel mendorong pemilahan sampah menjadi kebiasaan bersama. Konsistensi dalam penerapannya diharapkan dapat mendukung lingkungan hotel yang lebih bersih sekaligus memperkuat praktik keberlanjutan di sektor perhotelan.

Related posts